Kamis, 13 Maret 2014

jenis-jenis helikopter di indonesia

berikut ini jenis-jenis helikopter di indonesia:
AH-1 SuperCobra

adalah jenis helikopter serang bermesin ganda yang dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Bell Helicopter. Pabrikan pesawat helikopter yang berkedudukan di Hurst, Texas, USA ini telah membuat beberapa versi helikopter yang menjadi andalan militer AS. Selain AH-1 SuperCobra, Bell yang bekerjasama dengan Boeing juga telah membuat pesawat hybrid V-22 Osprey yang terkenal itu.
AH-1 SuperCobra dikembangkan berdasarkan desain AH-1 Cobra, helikopter tempur versi sebelumnya yang digunakan oleh Angkatan Darat AS di Vietnam. Selama beberapa tahun AH-1 SuperCobra menjadi tulang punggung Korps Marinir AS, namun secara bertahap keberadaannya mulai diganti oleh helikopter tempur Bell AH-1Z Viper.
Pada pertengahan dasawarsa 1960-an Korps Marinir AS sangat tertarik dengan helikopter AH-1G Cobra yang digunakan oleh Angkatan Darat, dan ingin agar helikopter tersebut dimodifikasi menjadi bermesin ganda untuk meningkatkan keselamatan operasional di kawasan perairan. Awalnya Departemen Pertahanan AS menolak keras untuk memberikan helikopter Cobra bermesin ganda kepada Korps Marinir, departemen ini ingin memberikan helikopter yang sama seperti yang digunakan oleh Angkatan Darat. Tapi akhirnya Korps Marinir memenangkan permintaannya dan pada Mei 1968 mereka memberi kontrak kepada perusahaan Bell untuk membuat 49 unit helikopter AH-1J SeaCobra yang memiliki mesin ganda.

Helikopter tempur AH-1 SuperCobra (varian AH-1J) melakukan penerbangan perdana pada tahun 1969. Selanjutnya varian AH-1J mulai dioperasikan pada tahun 1971, lalu menyusul varian AH-1W pada tahun 1986.
walaupun dikenal sebagai helikopter tempur bermesin ganda, beberapa varian AH-1 SuperCobra masih bermesin tunggal, yaitu AH-1G, AH-1Q, AH-1S/P/E/F, dan tentu saja AH-1 Cobra. Dan varian selebihnya adalah bermesin ganda seperti dibawah ini:
AH-1J SeaCobra, ini varian asli atau awal dari versi mesin ganda. AH-1J Internasional, versi ekspor dari varian AH-1J SeaCobra. AH-1T Improved SeaCobra, upgrade dari varian sebelumnya dengan menambah panjang ukuran tailboom serta peningkatan mesin dan transmisi. AH-1W SuperCobra, juga dikenal dengan nama Whiskey Cobra, varian yang bisa diandalkan untuk operasional pada siang mapun malam hari, juga dilengkapi dengan mesin yang lebih kuat dan persenjataan yang lebih maju. AH-1(4B)W Viper, ini versi uji coba dengan empat bilah baling-baling. Varian asli hanya memiliki dua bilah baling-baling. Rotor yang digunakan sama seperti yang dimiliki helikopter Bell 680. Sebuah prototipe telah dikonversi dari AH-1T 161022. AH-1Z Viper, varian baru yang juga dijuluki "Zulu Cobra". Dikembangkan bersamaan dengan varian UH-1Y Venom pada Program H-1. Peningkatan meliputi penggunaan empat bilah baling-baling dan menambah Sistem Penargetan Malam (NTS: Night Targeting System). Model 309 King Cobra, versi eksperimental untuk helikopter serang yang mampu dioperasikan dalam segala macam kondisi cuaca. Desain dasar diambil dari AH-1G dan AH-1J. Dua prototip 309 King Cobra telah dibuat. Yang pertama menggunakan mesin PW&C T400-CP-400, sedangkan prototip kedua menggunakan mesin Lycoming T-55-L-7C. CobraVenom, varian yang ditawarkan kepada Inggris. AH-1RO Dracula, varian yang ditawarkan kepada Rumania. AH-1Z King Cobra, pernah ditawarkan kepada Turki untuk Program ATAK, program pengembangan helikopter tempur yang dikerjakan oleh Turkish Aerospace Industries dan AgustaWestland yang menghasilkan helikopter tempur T-129. Tawaran varian AH-1Z King Cobra ini dibatalkan karena Bell dan Turki tidak bisa mencapai kesepakatan mengenai produksi. Panha 2091, versi upgrade varian AH-1J International yang dikembangkan oleh Iran tanpa seizin Bell.
Helikopter jenis MI-17
 

 Alvin Lie, pengamat penerbangan menyatakan Helikopter jenis MI-17 adalah salah satu pesawat Rusia yang dikenal cukup handal. Pesawat ini dilengkapi teknologi mesin tinggi untuk menahan segala bentuk cuaca di atas udara. Oleh karenanya, Alvin cukup heran pesawat jenis yang sama milik TNI AD jatuh di Desa Apau Ping, Kecamatan Bahau Ulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, Sabtu, 9 November 2013.
"Tidak ada catatan bahwa heli sejenis itu jatuh di negara-negara yang memilikinya," ujar Alvin saat dihubungi melalui telepon selulernya, Ahad, 10 November 2013. Apalagi, kata Alvin, pesawat tersebut tergolong baru berumur jagung. TNI dikabarkan membelinya sekitar tiga tahun lalu.
Helikopter ini dikabarkan membawa 12 warga sipil yang sebagian besar dari Desa Apau Ping dan kru pesawat, serta tujuh orang anggota militer. Warga sipil ini untuk dipekerjakan membangun pos pengamanan perbatasan RI-Malaysia di Desa Apau Ping. Heli juga dikabarkan mengangkut 1.800 kilogram logistik untuk keperluan pembangunan pos.
Helikopter berangkat dari Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu sekitar pukul 09.45 WITA. Saat menuju ke perbatasan Malaysia, Heli kehilangan kontak dengan pihak bandara sekitar pukul 11.30 WIT. Pesawat capung itu dikabarkan jatuh dan terperosok ke dalam jurang. Sekitar 13 orang meninggal. Dugan sementara heli itu jatuh akibat hempasan angin kencang.
Menurut Alvin, bila melihat kondisi medan tempat MI-17 jatuh yang berbukit curam dan dipenuhi hutan, ada dua hal yang bisa mengakibatkannya. Pertama adalah faktor cuaca berupa rotor atau angin berputar yang biasanya menerpa wilayah pegunungan. Bila helikopter terkena rotor tersebut, kata dia, kondisinya tidak akan stabil.
"Angin berputar ini bisa menekan heli ke bawah tanah sehingga sulit naik ke atas udara," ujar dia.
Kemudian kedua, kata Alvin, bila sistem perawatan pesawat tersebut tidak dilakukan secara disiplin. Misalnya, kata dia, perawatan secara berkala maupun kualifikasi para ahli yang ditunjuk merawat heli tersebut. "Kalau disiplin tidak akan ada masalah," ujar dia.
Alvin menyatakan tak melihat ada kemungkinan kesalahan manusia (human error) dalam kecelakaan pesawat tersebut. Alasannya, helikopter itu telah melakukan penerbangan dan singgah di beberapa tempat secara baik tanpa ada masalah sebelum kecelakaan.
jika anda belum mampu membeli helikopter setidaknya bisa sewa silakan hubungi ke kontak kami untuk sewa helikiopter

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar